Mendapatkan predikat haji yang mabrur merupakan cita-cita setiap orang
berhaji, sebagaimana halnya cita-cita setiap orang mendapatkan predikat taqwa setelah menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Namun, haji mabrur bukanlah suatu slogan atau
titel semata. Beberapa sifat mesti dipenuhi, sehingga seseorang berhaji bisa
menggapai derajat mulia tersebut.
Haji mabrur bisa dilihat melalui perubahan sikap
seseorang yang baru berhaji, dibandingkan sikapnya sebelum dia berhaji. Seorang
haji mabrur, setiap langkah dalam kehidupannya menjadi teladan bagi orang-orang
sekelilingnya.
”Haji mabrur itu saat pulang dari tanah suci betul-betul membawa misi
kedamaian, ukhuwah dan silaturrahmi, yang semua itu menjadi nilai-nilai budi
pekerti yang baik,” ujar Drs H Sulaiman Abda MSi, Ketua Ikatan Persaudaraan
Haji Indonesia (IPHI) Aceh. Kita dapat mengukur dan melihat bagaimana sesudah seseorang
pulang dengan sebelum berangkat haji, apakah adanya perubahan akhlak, sikap
yang lebih baik?
Sulaiman Abda menyebutkan, seseorang telah berhaji juga diharapkan menjaga
kewibawaan haji itu sendiri, mulai dari sikap dan tingkah-lakunya saat berada
di tanah air.
Kecuali itu, kebaikan-kebaikan dan amal shalih juga semakin membaik dari
sebelum dia berhaji, baik dalam hal
ibadahnya kepada Allah dan juga hubungannya antara sesama manusia. Kemudian
memiliki hati yang lebih lembut dan bersih, ilmu dan amal yang lebih mantap, dan
istiqamah diatas kebaikan.
”Secara kasat mata orang bisa melihat, perubahan sikap menjadi contoh di sekitar
tempat tingganya,” katnya. Kepedulian
sosial seorang haji semakin meningkat, apalagi
predikat ini harus dijaga dengan baik, karena ini juga akan
dipertanggungjawabkan kepada Allah SWT.
Waiting List
Sulaiman Abda mengaku telah bertemu dengan Presiden dan Menteri Agama agar
langkah-langkah mengurangi jumlah waiting list atau daftar tunggu haji asal
Aceh dapat dilakukan.
Dia berharap agar aturan kuota satu perseratus ribu setidaknya bisa
dijalankan kembali pada musim haji tahun depan. “Kita sudah bicarakan dengan
Menteri Agama, pada saat Presiden Jokowi transit di Bandara SIM dalam
perjalanannya ke Arab Saudi beberapa waktu lalu,” katanya. DPRA dan Gubernur juga telah membicarakan
kuota haji ini.
Dia menyebutkan, penambahan kouta haji untuk Aceh sangat mendesak guna
memperpendek daftar tunggu keberangkatan. Kuota haji Aceh saat ini berjumlah
3.111 orang, namun jika kuota satu perseratus ribu diterapkan, maka jumlah
jamaah haji asal Aceh bisa mencapai lima ribu orang.
Sulaiman Abda berharap seluruh jamaah haji Aceh tahun ini bisa melaksanakan
ibadah dengan sempurna, sehingga mendapatkan predikat haji mabrur. Alangkah
bahagianya bagi saudara-saudara kita yang mendapatkan undangan Allah dan
mendapatkan haji mabrur, karena jaminannya adalah surga Allah. Abi Qanita
Tidak ada komentar:
Posting Komentar