Selasa, 08 September 2015

Abu Tumin: Babaskan Aceh dari Daerah Terisolir

Banda Aceh (Gema) - Abu Tumin memberi apresiasi kepada Gubernur Aceh, yang telah membangun jalan tembus,  dan membebeskan Buloh Seuma dari isolasi. Dia meminta agar seluruh daerah lainnya yang masih terisolir agar dibuka jalan tembus.

“Jalan yang sudah ada ditingkatkan lagi kualitasnya seperti jalan Geumpang dan Meulaboh,” pinta Abu Tumin, yang menyempatkan diri bertemu Gubernur, sebelum bertolak ke Malaysia, berobat.

Hal tersebut dikemukaan Abu Tu Min dalam diskusi bersama gubernur di Meuligoe Aceh, Banda Aceh, Sabtu (5/9).  Hadir antara lain Wakil Ketua DPR Aceh Sulaiman Abda, Kadis Syariat Islam Prof Syahrizal Abbas, Kepala BPPD Aceh Dr H Bustami Usman dan sejumlah SKPA terkait.

Dalam pertemuan tersebut, Doto Zaini turut mendiskusikan beberapa hal penting terkait perkembangan kehidupan masyarakat Aceh, termasuk masalah pembangunan infrastruktur, pembangunan daerah terisolir dan upaca peningkatan ekonomi Aceh masa kini dan masa mendatang.

Perkara ibadah

Gubernur Aceh, dr H Zaini Abdullah dan ulama karismatik Aceh, Tgk H Muhammad Amin Mahmud atau yang kerap disapa Tu Min Blang Bladeh, berpendapat, pengerahan massa tidak menyelesaikan perbedaan pendapat.

Abu Tumin meminta ummat Islam, khusus rakyat Aceh, agar tidak meniru politik orientalis yang memanfaatkan kekuatan massa dalam penyelesaian persoalannya. Menurutnya, perbedaan bagi ummat Islam menjadi ibadah kepada Allah jika diselesaikan melalui musyawarah.

“Gerakan massa atau demo tidak sejalan dengan misi damai dan agama,” kata Abu Tumin, yang didampingi staf khususnya, Waled Marhaban Bakongan.

Diantara hal yang mendapat perhatian serius Abu Tu Min dan Gubernur adalah terkait isu adanya  pengerahan massa/santri dayah Aceh, tentang tata laksana ibadah di Masjid Raya Baiturrahman.

Terhadap isu tersebut, Tu Min berpendapat, pengerahan massa seperti itu bertentangan dengan politik Islam, mengganggu kedamaian dan keamanan yang telah dirasakan masyarakat Aceh.  

“Dan  ini jelas-jelas tidak sejalan dengan agama. Dalam sejarah demo seperti ini tidak pernah berhasil dan membawa dampak tidak baik bagi kehidupan umat Islam,” terangnya.

“Apa yang telah dipraktekan selama ini di Masjid Raya telah sesuai dengan kesepakatan yang ada,” tambahnya.  

Lebih lanjut Tu Min meminta semua masyarakat untuk bersabar menciptakan kedamaian, dan tidak mengganggu stabilitas sosial kemasyarakat, sambil menunggu muzakarah ulama Aceh yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat. Muzakarah tersebut akan melibatkan seluruh ulama Aceh, cendekiawan, tokoh masyarakat dan tokoh ormas Islam.

Tu Min  berharap, gubernur  tidak memberikan peluang dan kesempatan kepada siapa pun untuk "plah  Aceh" (pemekaran provinsi). Menurut Tu Min, hal ini akan memecah belah masyarakat Aceh.

Tu Min mengharapkan semua rakyat Aceh untuk berlaku santun dan tidak memaksakan kehendak serta anarkhis dalam menyatakan sesuatu ide dan pendapat. (Sayed M Husen/Rel)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar