Kamis, 03 September 2015

Persiapan Ibadah Haji

Oleh Fauziah Usman 

Dalam melaksanakan setiap kegiatan ibadah tentunya sangat dibutuhkan adalah persiapan. Tujuannya untuk mendapatkan hasil yang baik sesuai yang diharapkan. Begitu juga dengan ibadah haji, yang mempunyai kedudukan istimewa dihadapan Allah SWT. Setiap pribadi yang melaksanakan ibadah haji berharap dapat predikat haji mabrur. Secara logika, haji mabrur  tentu tidak akan diperoleh tanpa usaha dan persiapan maksimal. Persiapan dilakukan sebelum berangkat ke tanah suci, pada umumnya berbentuk persiapan fisik (jasmani), rohani dan perlengkapan.

Pertama, persiapan jasmani. Dalam pelaksanaan ibadah haji berbeda dengan ibadah lainnya, karena dalam pelaksanaannya banyak melibatkan perpaduan fisik dan mental.  Ada tiga kegiatan ibadah haji yang mutlak memerlukan kekuatan jasmani yaitu thawaf, sa’i dan melontar jumrah.

Kiranya calon jama’ah haji perlu melakukan persiapan fisik sebelum berangkat ke tanah suci, agar bisa melaksanakan ibadah dengan maksimal. Bagaimana menjaga dan memperhatikan keseimbangan menu makanan, agar mendapatkan fisik tetap prima. Kemudian membiasakan melatih otot-otot agar tetap lentur dengan cara berjalan kaki beberapa kilometer di pagi hari selepas shalat subuh. Hal ini sangat penting, karena menurut beberapa sumber bacaan, praktek ibadah haji dilakukan dengan berjalan kaki baik siang maupun malam hari. Begitu juga halnya dengan memeriksa diri  kepada dokter, mungkin ada penyakit yang dapat menjadi kendala dalam melaksanakan ibadah haji.

Terlepas dari usaha tersebut di atas, hal penting lainnya selalu berdoa semoga Allah SWT memberikan kesehatan fisik dan mental yang kuat dalam melaksanakan ibadah sampai selesai. Ingatlah satu hal, bahwa semaksimal apapun usaha manusia untuk menjaga tubuh tetap prima, jika Allah SWT tidak berkehendak, maka tidak akan terjadi. Usaha dan doa harus selalu beriringan.

Kedua, persiapan rohani. Siapa yang akan melaksanakan ibadah haji tidak hanya mempersiapkan, fisik tapi  juga rohani (mental), agar bersih dan suci ketika berangkat ke tanah suci. Terlepas dari segala beban duniawi selama beribadah kepada Allah SWT.

Calon jama’ah haji dapat berusaha memperoleh prediket haji mabrur dengan melakukan dengan pendalaman sikap dan tabi’at religius antara lain; ikhlas, yaitu meluruskan niat dan kobarkan semangat, dengan perasaan tulus ikhlas bahwa melaksanakan ibadah haji karena melaksanakan perintah Allah dan mengharapkan ridha-Nya semata. Menghindarkan diri dari perasaan riya, ingin dipuji, takabur, sombong atau merasa hebat karena bisa naik haji.

Kemudian sabar, yaitu adanya sikap menahan diri dalam menghadapi sesuatu sebelum berangkat, mungkin mulai dari pendaftaran, menunggu  penggilan berangkat, pemeriksaan kesehatan dan lain sebagainya. Begitu juga di tanah suci, akan berkumpul berbagai bangsa, dengan sifat, tabiat dan kebiasaan yang berbeda akan ada perilaku yang membuat marah apabila tidak belajar bersabar apabila tersenggol, terdorong bahkan terinjak.

Tolong menolong. Dalam segala hal untuk membiasakan tolong menolong. Memberi kemudahan kepada orang lain akan memudahkan urusan diri sendiri. Kemudian persiapan mental selanjutnya dengan  mengikuti bimbingan haji  sebagai bekal paling dasar dalam melaksanakan ibadah haji.

Ketiga, perlengkapan haji. Disamping persiapan jasmani dan rohani, tidak kalah penting adalah persiapan perlengkapan selama melaksanakan ibadah haji. Segala kebutuhan perlengkapan pribadi untuk kelancaran ibadah harus benar-benar diperhatikan. Sehingga tidak terkendala ibadah karena melupakan perlengkapan yang bersifat sepele. Walaupun di tanah suci bisa dibeli, tapi akan membutuhkan waktu untuk mempersiapkannya lagi.

Selamat melaksanakan ibadah haji kepada calon jama’ah, semoga sehat fisik dan mental selama ibadah, hingga mendapatkan predikat haji mabrur. 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar