Oleh Fauziah Usman
Dalam melaksanakan setiap kegiatan ibadah tentunya sangat
dibutuhkan adalah persiapan. Tujuannya untuk mendapatkan hasil yang baik
sesuai yang diharapkan. Begitu juga dengan ibadah haji, yang mempunyai kedudukan istimewa dihadapan Allah SWT. Setiap pribadi yang melaksanakan ibadah haji berharap dapat predikat haji mabrur. Secara logika, haji mabrur tentu tidak akan diperoleh
tanpa usaha dan persiapan maksimal. Persiapan dilakukan sebelum berangkat ke tanah suci, pada umumnya berbentuk persiapan fisik (jasmani), rohani dan
perlengkapan.
Pertama, persiapan jasmani. Dalam pelaksanaan
ibadah haji berbeda dengan ibadah lainnya, karena dalam
pelaksanaannya banyak melibatkan perpaduan fisik dan mental. Ada tiga kegiatan ibadah haji yang mutlak
memerlukan kekuatan jasmani yaitu thawaf, sa’i dan melontar jumrah.
Kiranya calon jama’ah haji perlu melakukan persiapan fisik sebelum
berangkat ke tanah suci, agar bisa melaksanakan
ibadah dengan maksimal. Bagaimana menjaga dan memperhatikan keseimbangan menu
makanan, agar mendapatkan fisik tetap prima. Kemudian
membiasakan melatih otot-otot agar tetap lentur dengan cara berjalan kaki
beberapa kilometer di pagi hari selepas shalat subuh. Hal ini sangat penting, karena menurut beberapa sumber bacaan, praktek ibadah haji dilakukan dengan berjalan kaki baik siang maupun malam hari.
Begitu juga halnya dengan memeriksa diri
kepada dokter, mungkin ada penyakit yang dapat menjadi kendala dalam
melaksanakan ibadah haji.
Terlepas dari usaha tersebut di atas, hal penting lainnya selalu berdoa semoga Allah SWT memberikan kesehatan fisik dan mental
yang kuat dalam melaksanakan ibadah sampai selesai. Ingatlah satu hal, bahwa semaksimal apapun usaha manusia untuk menjaga tubuh tetap prima,
jika Allah SWT tidak berkehendak, maka tidak akan
terjadi. Usaha dan doa harus selalu beriringan.
Kedua, persiapan rohani. Siapa yang akan melaksanakan ibadah haji
tidak hanya mempersiapkan, fisik tapi juga rohani (mental), agar bersih dan suci ketika berangkat ke tanah suci. Terlepas dari segala beban duniawi selama beribadah kepada Allah SWT.
Calon jama’ah haji dapat berusaha memperoleh prediket haji mabrur dengan
melakukan dengan pendalaman sikap dan tabi’at religius antara
lain; ikhlas, yaitu meluruskan niat
dan kobarkan semangat, dengan perasaan tulus ikhlas bahwa
melaksanakan ibadah haji karena melaksanakan perintah Allah dan mengharapkan
ridha-Nya semata. Menghindarkan diri dari perasaan
riya, ingin dipuji, takabur, sombong atau merasa hebat karena bisa naik haji.
Kemudian sabar,
yaitu adanya sikap
menahan diri dalam menghadapi sesuatu sebelum berangkat, mungkin mulai dari
pendaftaran, menunggu penggilan
berangkat, pemeriksaan kesehatan dan lain sebagainya. Begitu juga di tanah suci, akan berkumpul berbagai bangsa, dengan sifat, tabiat dan
kebiasaan yang berbeda akan ada perilaku yang membuat marah apabila tidak
belajar bersabar apabila tersenggol, terdorong bahkan terinjak.
Tolong menolong. Dalam segala hal untuk membiasakan tolong menolong. Memberi kemudahan kepada
orang lain akan memudahkan urusan diri sendiri. Kemudian persiapan mental
selanjutnya dengan mengikuti bimbingan haji sebagai bekal paling dasar dalam melaksanakan
ibadah haji.
Ketiga, perlengkapan haji. Disamping persiapan jasmani
dan rohani, tidak kalah penting adalah persiapan perlengkapan selama
melaksanakan ibadah haji. Segala kebutuhan perlengkapan pribadi untuk
kelancaran ibadah harus benar-benar diperhatikan. Sehingga tidak terkendala ibadah karena melupakan perlengkapan yang bersifat
sepele. Walaupun di tanah suci bisa dibeli, tapi akan membutuhkan
waktu untuk mempersiapkannya lagi.
Selamat
melaksanakan ibadah haji kepada calon jama’ah, semoga sehat fisik dan mental
selama ibadah, hingga mendapatkan predikat haji mabrur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar