Wawancara:
Khudri, MA, Plh Kabag Agama dan Peran Ulama pada Biro Isra Setda Aceh
Berqurbanlah! Kata itu tidak asing lagi
ditelinga kita. Biasanya hanya orang-orang mampu saja yang bisa membeli hewan
qurban dan menyembelihnya pada hari raya Idul Adha. Banyak juga orang mampu
namun masih enggan berqurban. Padahal, banyak manfaat dan hikmahnya. Lebih jauh
soal ini, simak wawancara wartawan Gema Baiturrahman, Indra Kariadi, dengan Plh Kabag Agama dan Peran Ulama pada Biro
Isra Setda Aceh.
Apa komentar Anda tentang
pembagian qurban yang belum merata antar daerah?
Pemerintah Aceh hanya mengimbau kepada panitia qurban di daerah-daerah,
agar bisa meratakan pembagian daging qurban. Tempat-tempat yang hewan qurbannya
banyak, sebaiknya diberikan kepada daerah yang minim hewan qurbanya.
Pemerintah Aceh hanya dapat mengimbau kepada aparatur gampong atau pihak-pihak
yang terkait dengan penyelenggaraan hewan qurban, agar memprioritaskan kepada
daerah yang minim hewan qurbannya. Pemerintah tidak dapat mengintervensi
ataupun memerintahkan, karena hewan qurban itu merupakan sumbangan atau
miliknya masyarakat dimana mereka berqurban.
Misalkan Gampong Lampineung yang mayoritasnya masyarakatnya berkemampuan,
jadi disitu banyak hewan qurbannya. Nah, kita berharap kepada panitia qurban di
gampong tersebut agar dapat mendistribusikannya kepada daerah-daerah yang hewan
qurbannya minim.
Bagaimana cara pembagian daging
qurban oleh P3HBI?
Pemerintah Aceh membentuk Panitia Penyelenggara Peringatan Hari-Hari Besar
Islam (P3HBI). Panitia ini menyurati semua SKPA dan instansi-intansi terkait
lainnya seperti BUMN, BUMS serta lembaga-lembaga lainnya. Kita selalu mengimbau
lembaga-lembaga yang ingin berqurban agar menyumbangkan hewan qurbannya melalui
P3HBI. P3HBI menyalurkan hewan qurban tersebut kepada masyarakat fakir dan
miskin, anak-anak yatim, dan kelompok masyarakat lainnnya yang mengajukan
permohonan, baik itu permohonan oleh keuchik, lembaga dan lain-lain. Kita prioritaskan
masyarakat yang mengajukan permohonan dan yang sangat membutuhkan serta berhak
menerimanya.
Apa kendala yang dirasakan
selama ini?
Problem yang terjadi di lapangan sulit untuk kita pecahkan, karena hewan
qurban itu ada atas kesadaran masyarakat. Bisa jadi di daerah-daerah itu
masyarakat mungkin punya minat, tetapi tidak punya kemampuan finansial untuk
berqurban. Karena itu, kita sulit memikirkan masyarakat di daerah tersebut. Kita
hanya dapat mengimbau saja. Kita berharap partisipasi keuchik yang gampongnya
tidak ada hewan qurban sama sekali, dapat membuat surat permohonan ke P3HBI dan
panitia qurban lainnya yang qurbannya berlebih. (editor: sayed mh)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar