Oleh Prof. Dr. Tgk. H. Azman Ismail, MA
Surat al-An’am ayat 31-32:
“Sungguh telah rugilah
orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Tuhan; sehingga apabila
kiamat datang kepada mereka dengan tiba-tiba, mereka berkata: "Alangkah
besarnya penyesalan kami terhadap kelalaian kami tentang kiamat itu!",
sambil mereka memikul dosa-dosa di atas punggungnya. Ingatlah, amatlah buruk
apa yang mereka pikul itu. Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari
main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik
bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya? “
Pada ayat sebelumnya,
dinyatakan bagaimana pengingkaran orang-orang kafir menyebabkan mereka sangat
menyesali pengingkaran mereka tentang kebenaran neraka dan hari akhirat. Dalam ayat ini disebutkan bagaimana kenyataan
dari orang-orang yang menafikan adanya kehidupan akhirat, sehingga mereka
merasa sangat rugi dengan keyakinan salah mereka sewaktu di dunia yang menyatakan
bahwa kiamat tidak akan terjadi. Allah juga menyatakan bahwa hari kiamat itu
terjadi dengan tiba-tiba dan tak ada orang yang menyadarinya, begitu dirinya
sadar pada hari itu, mereka telah ditutup pintu taubat kepada Allah.
Pada hari
kiamat orang-orang akan menyaksikan berbagai peristiwa dahsyat yang sebelumnya
dijabarkan dalam al-Qur’an bagaimana huru-hara yang terjadi pada waktu itu.
Dalam suatu ayat dinyatakan bahwa ketika hari kiamat datang, semua orang akan
berpisah satu sama lain, orang-orang tak akan menghiraukan dan merasakan derita
orang lain, masing-masing akan menyaksikan dahsyatnya hari kiamat tersebut.
Demikianlah kasih sayang
Allah kepada hamba-Nya, dengan selalu memperingatkan suatu hari yang akan
memutuskan mata rantai jagad semesta alam raya ini, yang sampai sekarang masih
dalam rahasia-Nya.
Allah juga menyatakan
bahwa kehidupan di dunia ini adalah kehidupan yang tidak seberapa. Nikmat yang
kita rasakan tidaklah bermakna bila dibandingkan dengan kehidupan kekal di
akhirat. Allah menyatakan bahwa akhirat adalah tempat kebahagiaan yang abadi,
sejati dan tidak mungkin disandingkan dengan kebahagiaan di dunia ini. Allah
juga menegaskan bahwa orang-orang bertaqwa adalah orang-orang yang memilih
akhirat sebagai prioritas terbesar dalam hidupnya. Oleh karena itu mereka
menyiapkan bekal berupa ibadat dan amalan-amalan yang akan membawa mereka ke
syurga anugerah Allah yang penuh nikmat dan kekal selama-lamanya.
Meskipun demikian, banyak
diantara kita yang lalai dan tidak sadar bahwa hal tersebut adalah nyata,
sehingga kita lalai dan tidak mengerti terhadap apa yang dijelaskan dan yang
diperintahkan oleh Allah, sehingga terlebih dulu kematian menjemput kita
sebelum kita benar-benar menyiapkan bekal untuk akhirat tersebut. Dengan
perilaku kita sekarang ini, apakah kita akan benar-benar paham dengan yang
dimaksudkan oleh Allah? Hanya amalan kita yang menjawabnya. Wallahu
musta’an.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar