Oleh dr. H. Zaini Abdullah
Saya melihat
peranan pemuda dalam sosialisasi bermasyarakat sungguh menurun dratis. Dulu,
biasanya setiap ada kegiatan masyarakat seperti kerja bakti, acara-acara
keagamaan, adat istiadat yang berperan aktif dalam menyukseskan setiap kegiatan
adalah pemuda.
Dalam kontek Aceh hari ini, peran pemuda dalam
pembangunan Aceh harus menjadi kenyataan. Unsur pemuda Aceh, harus memberikan
kontribusi nyata dalam pembangunan Aceh. Pemuda Aceh tidak boleh apatis, tapi harus
memasang cita-cita besar, sebagai pelanjut kejayaan Aceh.
Mentor saya, Teugku Dr. Hasan Di Tiro, dalam mewujudkan
cita-citanya untuk mensejahterakan rakyat, selalu menjadikan pemuda sebagai agent of change (pemuda sebagai agen
perubahan).
Untuk itu, saya berpikir, semua pemuda Aceh selalu
menjadi agen perubahan, dalam skala apapun. Inisiasi dialog dan diskusi pemuda
patut digelar banyak tempat. Ini adalah bentuk cara berpikir seorang pembawa
pencerahan dan perubahan.
Jadi seharusnya pemuda
Aceh menjadi inspirasi dalam mengatasi
berbagai kondisi dan permasalahan yang ada, terutama dalam hal pembangunan.
Pemuda harus mengambil peran strategis bagi kemajuan rakyat Aceh secara
radikal.
Membangun Aceh paska konflik dan tsunami tentu tidak
mudah. Masih banyak ruang yang perlu kita isi bersama-sama, termasuk
memaksimalkan peran pemuda. Untuk itu, setidaknya, pemuda Aceh dapat berperan
pada beberapa hal:
Pertama, sudah
seharusnya pemuda Aceh berperan dalam mengisi perdamaian dengan program-program
yang membawa dampak positif bagi masyarakat. Saya tahu, dalam proses damai
tidak lepas dari adanya peran pemuda Aceh. Tapi paska damai, saya tidak
melihat, peran signifikan dari pemuda Aceh dalam mengisi perdamaian. Untuk itu,
saya tunggu kontribusi nyata pemuda.
Kedua, pemuda Aceh dituntut kreatif melakukan program berkelanjutan
(sustainable). Kedepan saya berharap,
pemuda Aceh dapat terlibat dalam berpikir dan bertindak bagi kesejahteraan
rakyat Aceh.
Ketiga, pemuda Aceh harus mengisi pembangunan ekonomi.
Unsur pemuda Aceh jangan hanya terpaku pada distribusi APBD dan ABPN, tapi pemuda
harus mampu menjalin kerjasama bisnis dalam dan luar negeri dan membawa
kesejateraan bagi anggotanya.
Keempat, pemuda Aceh harus memperkuat implimentasi dinul
Islam. Saya melihat kehidupan sosial pemuda Aceh belakangan mengalami degredasi
nilai, maka pemuda harus berperan aktif dalam menyukseskan program-program dinul
Islam.
Saya percaya, spirit nasionalisme keindonesian dan
keacehan masih melekat pada jiwa pemuda Aceh, karena pemuda sangat berperan
penting dalam pembangunan. Sebagai pemegang estafet di masa yang akan datang,
generasi muda harus menjadi pembawa cahaya bagi kemajuan Aceh, dengan cara berperan
maksimal dalam setiap aktivitas pembangunan Aceh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar