Banda Aceh (Gema) - Seorang
wirausaha muslim harus siap mental dalam menghadapi berbagai persoalan yang
berkaitan dengan pengembangan usahanya. Mereka
tentu saja harus dekat Allah SWT
dan mencontoh perilaku nabi sebagai usahawan. Ini modal utama seorang pengusaha
atau calon pengusaha muslim.
“Bergurulah kepada para wirausahawan yang sudah
terlebih dahulu menjalankan usahanya,” kata Direktur LPPEKOP (Lembaga Pembinaan
dan Pengembangan Ekonomi dan Koperasi) BKPRMI Kota Banda Aceh, Fauzan Rusdi. Dalam
pembelajaran itu, anggaplah kita bukan pribadi yang sudah memiliki ilmu usaha,
tapi kita “buta” sama sekali, sehingga sang guru bisa berikan ilmu secara utuh.
Karena itu, pihaknya sering menggelar seminar, pelatihan dan
workshop wirausaha bagi pemula. “Wirausaha pemula harus banyak ikut
seminar atau sekolah bisnis,” kata Fauzan.
Fauzan mengatakan, potensi bahan baku masih
terlalu banyak belum digali di Aceh. Negeri ini memiliki potensi perikanan yang
besar, minyak kelapa sawit, karet, dan lahan
pertanian yang subuh. “Ini dapat dikembangkan kepada berbagai sub usaha yang mennyokong
usaha seorang muslim,” katanya.
Misalnya, minyak sawit bisa langsung dijadikan
produk minyak makan merek Aceh. Hal ini tentu akan ada berbagai usaha lain yang muncul
untuk mendukung bisnis ini, seperti para pengusaha perkebunan sawit, pengusaha
angkutan sawit pabrik pengolahan menjadi CPO, pengusaha minyak goreng,
perusahaan pengemasan, hingga perusahaan pemasarannya.
Ketua DPD BKPRMI Banda Aceh, T Adriansyah
mengatakan, dari potensi perikanan Aceh juga berpeluang “memproduksi” banyak wirausahawan baru. “Kita bisa buat pengalengan
ikan kemamah, maka akan lahir sub bisnis untuk itu, mulai dari pengusaha
penangkap ikan, pengusaha pengeringan ikan, pengusaha pengalengan ikan, dan pengusaha
distribusi,” urainya.
“Namun, masalah besar di Aceh hari ini bukan
sebatas bagaimana menggali potensi bahan baku, tetapi yang lebih menjadi
masalah adalah bagaimana menggerakkan para sarjana untuk menjadi pengusaha,”
katanya, yang diamini Rusdi.
Menurut Adriansyah, BKPRMI dapat terus mengembangkan program dan kegiatan
wirausaha dengan lebih menggiatkan LPPEKOP. Lembaga ini akan melakukan
kemitraan dengan dunia usaha, termasuk dengan BUMN dan pengusaha muslim.
“Potensi dan karakter ekonomi masjid adalah peluang besar,” ujarnya.
Fauzan yakin, tiga hingga lima tahun ke
depan, kaum muda yang hari ini belum bekerja di sektor formal,
akan mengisi kehidupannya dengan giat bekerja di sektor non formal,
yang justru menanti tangan-tangan terampil yang dibutuhkan pasar kerja. “Mereka harus siapkan diri menghadapi persaingan tenaga kerja ASEAN,”katanya.
Wirausaha muslim akan terus berkembang, mengingat potensinya yang besar,
apalagi aktivis masjid terus mendorong masyarakat, remaja masjid dan kaaum muda
giat belajar bisnis yang islami. Tinggal lagi kesiapan mental dan terus belajar
dari sosok Rasulullah SAW sebagai seorang pedagang, Khadijah R.A dan
Abdurrahman bin Auf sebagai pengusaha sukses di masanya. Sayed M Husen/Dofa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar