Kamis, 03 September 2015

Pengusaha Muslim Harus Siap Mental

Banda Aceh (Gema) - Seorang wirausaha muslim harus siap mental dalam menghadapi berbagai persoalan yang berkaitan dengan pengembangan usahanya. Mereka  tentu saja harus dekat  Allah SWT dan mencontoh perilaku nabi sebagai usahawan. Ini modal utama seorang pengusaha atau calon pengusaha muslim.
“Bergurulah kepada para wirausahawan yang sudah terlebih dahulu menjalankan usahanya,” kata Direktur LPPEKOP (Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Ekonomi dan Koperasi) BKPRMI Kota Banda Aceh, Fauzan Rusdi. Dalam pembelajaran itu, anggaplah kita bukan pribadi yang sudah memiliki ilmu usaha, tapi kita “buta” sama sekali, sehingga sang guru bisa berikan ilmu secara utuh.
Karena itu, pihaknya sering menggelar seminar, pelatihan dan workshop wirausaha bagi pemula.  “Wirausaha pemula harus banyak ikut seminar atau sekolah bisnis,” kata Fauzan.    
Fauzan mengatakan, potensi bahan baku masih terlalu banyak belum digali di Aceh. Negeri ini memiliki potensi perikanan yang besar,  minyak kelapa sawit, karet, dan lahan pertanian yang subuh. “Ini dapat dikembangkan kepada berbagai sub usaha yang mennyokong usaha seorang muslim,” katanya.  
Misalnya, minyak sawit bisa langsung dijadikan produk minyak makan merek Aceh. Hal ini  tentu akan ada berbagai usaha lain yang muncul untuk mendukung bisnis ini, seperti para pengusaha perkebunan sawit, pengusaha angkutan sawit pabrik pengolahan menjadi CPO, pengusaha minyak goreng, perusahaan pengemasan, hingga perusahaan pemasarannya.
Ketua DPD BKPRMI Banda Aceh, T Adriansyah mengatakan, dari potensi perikanan Aceh juga berpeluang “memproduksi” banyak  wirausahawan baru. “Kita bisa buat pengalengan ikan kemamah, maka akan lahir sub bisnis untuk itu, mulai dari pengusaha penangkap ikan, pengusaha pengeringan ikan, pengusaha pengalengan ikan, dan pengusaha distribusi,” urainya.  
“Namun, masalah besar di Aceh hari ini bukan sebatas bagaimana menggali potensi bahan baku, tetapi yang lebih menjadi masalah adalah bagaimana menggerakkan para sarjana untuk menjadi pengusaha,” katanya, yang diamini Rusdi.
Menurut Adriansyah, BKPRMI dapat terus mengembangkan program dan kegiatan wirausaha dengan lebih menggiatkan LPPEKOP. Lembaga ini akan  melakukan  kemitraan dengan dunia usaha, termasuk dengan BUMN dan pengusaha muslim. “Potensi dan karakter ekonomi masjid adalah peluang besar,” ujarnya.      
Fauzan yakin, tiga hingga lima tahun ke depan, kaum muda yang hari ini belum bekerja di sektor formal, akan mengisi kehidupannya dengan giat bekerja di sektor non formal, yang justru menanti tangan-tangan terampil yang dibutuhkan pasar kerja. “Mereka harus siapkan diri menghadapi persaingan tenaga kerja ASEAN,”katanya.

Wirausaha muslim akan terus berkembang, mengingat potensinya yang besar, apalagi aktivis masjid terus mendorong masyarakat, remaja masjid dan kaaum muda giat belajar bisnis yang islami. Tinggal lagi kesiapan mental dan terus belajar dari sosok Rasulullah SAW sebagai seorang pedagang, Khadijah R.A dan Abdurrahman bin Auf sebagai pengusaha sukses di masanya. Sayed M Husen/Dofa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar