Oleh Basri A Bakar
“Wahai
orang-orang yang beriman, jauhilah oleh kalian kebanyakan dari prasangka (zhan), karena
sesungguhnya sebagian dari prasangka itu merupakan dosa.” (QS Al-Hujurat:
12)
Prasangka atau berburuk sangka kepada orang lain atau yang dalam bahasa
Arab disebut su`uzhan mungkin sering
hinggap di hati seseorang. Bahkan
terkadang prasangka itu tiada berdasar dan tidak bisa dibuktikan. Padahal su`uzhan kepada sesama kaum muslimin
tanpa ada alasan/bukti merupakan perkara yang sangat dilarang.
Al-Hafizh Ibnu Katsir r.a berkata, “Allah SWT dalam firmanNya melarang
kita dari banyak prasangka, yaitu menuduh dan menganggap khianat kepada
keluarga, kerabat dan orang lain tidak pada tempatnya. Karena sebagian dari
persangkaan itu adalah dosa yang murni, maka jauhilah kebanyakan dari
persangkaan tersebut dalam rangka kehati-hatian.”
Dalam Surat Al Hujurat ayat 6 Allah berfirman: “Hai orang-orang yang beriman,
jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan
teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa
mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.”
Selanjutnya Amirul Mukminin Umar bin Khathab berkata: “Janganlah engkau
berprasangka terhadap perkataan yang keluar dari saudaramu yang mukmin, kecuali
dengan persangkaan yang baik. Dan
hendaknya engkau selalu membawa perkataannya itu kepada prasangka-prasangka
yang baik.”
Oleh karena itu, mari kita jaga hati dan iman kita untuk tidak melakukan
prasangka buruk kepada sesama. Allah sangat melarang hambaNya melakukan perbuatan keji semisal
prasangka buruk dan menuduh orang lain tanpa ada bukti kebenarannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar