Rabu, 02 November 2016

Teruslah Kontraksi, Teruslah Stress


Oleh Sri Hidayanti, Kepala Baitul Mal Aceh Tamiang 
 
Pembinaan Muallaf di Tamiang
Akhir Januari 2014 lalu, saya diangkat menjadi Kepala Baitul Mal Tamiang. Mugkin anda belum tahu, lembaga semacam apa Baitul Mal. Bergerak di bidang apakah kiranya.

Baitul Mal adalah lembaga daerah non struktural yang bertugas mengelola zakat, infaq, shadaqah dan harta agama lainnya dan sekaligus mendistribusikan dan mendayagunakannya sesuai aturan perundangan yang berlaku.

Selama lima tahun trakhir saya terjun di bidang ini, saat itu saya belum menduduki top leader. Penerimaam zakat ketika itu masih  Rp 2 milyar.

Saya kumpulkan tim saya  dan memasang target dua kali lipat dari pemasukan sebelumnya dan harus  diraih tahun depan. Awalnya, tim saya menolak, karana dianggap terlalu tinggi, mengingat kendala yang dialami selama ini, seperti mininmya sosialisasi dan masih lemahnya regulasi yang tersedia, sehingga sulit menembus birokrasi. Tapi saya tetap memutuskan untuk menembusnya.

Stress? Capek? Tentu saja itu terjadi. Setiap kita mengawali suatu tantangan baru atau merintis suatu perubahan pasti akan menimbulkan kontraksi. Tapi kapan lagi kalau tidak dimulai  dari sekarang. Maka mulailah kita susun strategi.

Pertama, memperbaiki regulasi zakat dan infaq yang ada. Saya masih ingat bagaimana dalam sehari tim saya yang notabene minim ilmu legal drafting harus belajar menyusun sebuah Perbup Pengelolaan Zakat.

Alhamdulillah kami mendapat bantuan dari kawan-kawan di Baitul Mal Aceh. Hadir mendampingi kami, sayed Muhammad husen, yang pada saat itu menjabat Kabid Pengumpulan Zakat Baitul Mal Aceh.

Kedua, surat  menyurat kita tingkatkan kepada semua instansi terkait dan seluruh pertokoan  dan usaha berisi imbuan berzakat.

Ketiga, menggencarkan kampanye zakat dengan memasang seratus sepanduk ajakan berzakat dan dalam waktu bersamaan menjalin sinergi dengan para da’i dan khatib Jumat untuk membantu mensosialisasikan zakat di tengah-tengah masyarakat.

Saya masih ingat sindiran Kakanmenag  Aceh Tamiang, Salamina Marwah: “Hebat kali spanduk Baitul Mal ya.”

Alhamdulilah kerja tim saya berhasil menembus target tersebut mencapai Rp 3,7 miliar dan sekarang sudah  mencapai Rp 9 milyar.

Saya tahu, tim saya saat itu stres, atau mungin capek, tapi memang kita membutuhkan stes, kita menciptakan kontraksi, agar kita mampu menciptakan lompatan dalam kinerja kita.  Maka teruslah stres dan teruslah kontraksi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar