Jumat, 26 Februari 2016

Syahadat Indikator Sukses

Oleh Suhaimi M. Daud

Berbagai tolok ukur dalam menanggapi kesuksesan seseorang. Ada yang menyatakan jika seseorang sukses itu mempunyai harta yang banyak, punya istri cantik, suami tampan, ataupun orang yang memiliki jabatan tinggi, dengan itu  membuatnya dihormati banyak orang. Betulkah itu?

Menurut Islam, tolok ukur seperti itu hanya menyentuh segi lahiriah kesuksesan tersebut. Dibutuhkan tolok ukur yang mendasar menuju sukses. Ternyata Allah menjadikan syahadat sebagai tombol pertama menuju kesuksesan disertai dengan kebahagiaan hidup sejati.

Ada yang menyatakan agama itu abstrak, tidak real. Mereka mengira hidup di alam semesta hanya sebatas apa yang bisa dipandang saja. Orang orang yang berpikir begitu, adalah orang yang orientasi hidupnya materialis, yang hanya mengejar sesuatu bisa dilihat dengan mata dan dinikmati langsung secara lahiriah. Karena itu mereka alergi terhadap agama.

Di antara mereka menuduh agama telah menyebabkan manusia terpecah belah, membuat hidup tak lagi damai. Para pencinta dunia mencintai kebebasan. Mereka melihat orang mukmin hidup dikelilingi aturan dan ketentuan dan terkekang, makanya cara berpikir mereka tak pernah akur. Perpecahan itu sesungguhnya disebabkan ulah manusia, enggan menerima kebenaran dari Tuhan mereka, karena hati mereka dengki dan sombong, maka terpecahbelahlah.

Sesungguhnya sifat yang materialis itu tiada lain adalah kesombongan hatinya. Ketika ia melihat bagaimana tingginya langit, terbitnya matahari, bulan dan bintang serta pergerakannya, apakah itu itu suatu hal yang biasa. Mereka tidak berpikir bahwa ada sesuatu yang besar dibalik semua nikmat Allah.

Menurut mereka, aturan maupun ketetapan Islam itu diturunkan 1.400 tahun lalu, dimana kehidupannya tidak seperti sekarang, aturan itu baik dan bagus, tapi itu saat ketika itu. Adapun sekarang jika aturan atau ketentuan tersebut terus berlaku, tentu saja kaum muslim kini anti kemajuan, kolot dan kaku, Masya Allah! Apakah mereka tidak menyaksikan dengan jelas betapa agung, besar dan dahsyatnya hukum dan kekuasaan, serta keberadaan Allah yang pasti dan nyata pada dirinya dan dialam semesta ini.

Jadi, kesuksesan seseorang diukur sejauhmana komitmennya dalam mengimplementasikan syahadatain dalam kehidupan sehari-hari dan dalam kariernya.  


Tidak ada komentar:

Posting Komentar