Gema (Banda Aceh) - Dewan Da’wah Aceh (DDA)
sedang menyiapkan kader-kader da’i yang nantinya akan berda’wah dan ditempatkan
di daerah perbatasan Aceh. Persiapan para da’i tersebut dilakukan oleh DDA dengan
mendirikan Lembaga Pendidikan Akademi Da’wah Indonesia Dewan Da'wah Aceh (ADI DDA).
“ADI DDA mempunyai misi membantu percepatan pelaksanaan syariat Islam,
mengantisipasi pendangkalan akidah dan penyebaran aliran sesat,” kata Wakil
Ketua DDA sekaligus Direktur ADI, Dr Muhammad AR MEd, kepada Gema. Tenaga da’i ini
diharapkan mampu menjadi imam, khatib dan membimbing ummat, agar tegaknya amar
ma’ruf nahi mungkar.
Ia mengatakan, ADI DDA menerima 23 mahasiswa tahun 2015 yang berasal
dari daerah rawan aqidah seperti Simeulue, Singkil, Aceh Tenggara dan
Subulussalam. 23 mahasiswa itu telah dinyatakan lulus oleh tim verifikasi.
Dari Subulussalam 13 orang, Aceh Singkil 1 orang, Simeulue 7 orang dan Aceh
Tenggara 2 orang. Semua mahasiswa ini akan diasramakan. Sedangkan biaya kuliah,
biaya asrama dan biaya makan digratiskan.
Sementara pada 2014 ADI DDA telah menampung 10 mahasiswa dan satu
diantaranya berasal dari Malaysia. Jadi jumlah mahasiswa yang mendapatkan
pendidikan gratis ini 33 orang. Semua mereka berasal dari keluarga kurang
mampu, dhuafa, yatim dan anak muallaf.
Sementara Sekretaris ADI DDA, Dr Abizal, Lc, MA mengatakan, tenaga pengajar
ADI merupakan lulusan S2 dan S3 dari IIUM, UPM, UM Malaysia, Omdurman Sudan,
Al-Azhar Mesir, Universitas Islam Madinah, UIN Ar-Raniry dan Unsyiah.
“Masa belajar ADI selama dua tahun,
kemudian diseleksi untuk kuliah program strata satu di Sekolah Tinggi Ilmu
Da’wah Mohd Natsir di Jakarta, Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam,” kata Abizal.
Gelar muswil
Pengurus Wilayah DDA akan menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil). Muswil ke empat
ini direncanakan digelar pada akhir Oktober 2015 di Banda Aceh, yang diikuti
Pengurus Daerah 23 Kab/Kota seluruh Aceh.
“Beberapa hari lalu kita telah mengadakan rapat awal dan membentuk panitian
Muswil,” kata Dr Tgk H Hasanuddin Yusuf Adan, Ketua DDA. .
Menurutnya, Muswil akan dihadiri
Ketua Umum Dewan Dakwah Pusat KH Syuhada Bahri dan tokoh nasional lainnya.
“Kita berharap, Muswil dapat dibuka oleh Gubernur Aceh Zaini Abdullah,” kata
Hasan. Sayed M Husen/Rel
Tidak ada komentar:
Posting Komentar