NASKAH KHUTBAH JUMAT
Di Masjid Raya
Baiturrahman Banda Aceh pada 08 Januari 2015
Khatib Drs. Tgk. H. Sri Darmawan, Ketua Komisi C MPU Aceh Besar
MEMPERBANYAK AMAL SHALIH PADA TAHUN 2016
Tak terasa memang, waktu terus bergulir. Hingga saat ini kita telah
memasuki tahun yang baru. Kita semua menyadari bahwa umur kita dari hari ke
hari bukanlah bertambah, namun sebaliknya semakin hari semakin berkurang,
kurang dan terus berkurang hingga datang ajal. Artinya kesempatan kita untuk
memperbanyak amal shalih semakin habis, sedangkan perbuatan dosa selalu
bertambah terus, tanpa tanpa ada penyesalan, seperti kata orang Arab:
"Engkau tetap hidup dalam kelengahan dan hatimu lupa hilanglah umurmu,
sedang dosa-dosamu tetap seperti keadaannya".
Semestinya kita harus pandai-pandai memanfaatkan kesempatan sebelum
kesempatan itu habis direnggut maut. Isilah kesempatan yang tersisa itu untuk
beramal shalih dan jangan ada kesempatan yang terbuang percuma dan sia-sia
belaka.
Di awal tahun masehi ini, kita harus mencapai kehidupan yang lebih baik,
amal shalih yang lebih banyak dari pada kehidupan yang lalu.
Dan jangan suka menunda sesuatu yang berarti. Ingat firman Rabbi dalam surat
Al-A'raf ayat 34:
"Tiap ummat itu mempunyai ajal, maka apabila datang waktunya mereka
tidak dapat mengundurkannya sesaatpun, dan tidak dapat pula memajukannya".
Mati itu suatu ketentuan yang pasti dialami oleh setiap orang, sekalipun ia
telah berusaha menghindarinya, namun anehnya banyak manusia yang melalaikan
mati, sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Mukminun ayat 15:
"Kemudian sesudah itu, sesungguhnya kamu sekalian benar akan
mati".
Tegasnya, kita harus menyadari bahwa kematian itu pasti datang, bisa saja
menimpa kita dikala tua dan tak tertutup kemungkinan dia jemput kita di usia
muda belia. Terkadang sore, terkadang malam dan datangnya tak terduga. Oleh
karena itu, mari kita isi kesempatan di tahun ini dengan amal shalih untuk
mencari ridha ilahi.
Baginda Rasulullah Muhammad SAW telah bersabda:
Kerjakan lima perkara sebelum tertimpa lima keadaan:
1. Pada masa hidupmu sebelum datang masa kematianmu
2. Pada masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu
3. Pada masa luangmu sebelum datang masa sibukmu
4. Pada masa mudamu sebelum datang masa tuamu
5. Pada masa kayamu sebelum datang masa miskinmu
Di dunia
kita menanam segala amal shalih pasti akhirat kita akan memetik pahalanya. Kebenaran
yang kita tanam dengan keikhlasan, keberkahan dan kasih sayang ilahi yang kita
raih, amalan hamba tidak pernah hilang dari pantauan Rabbi dan tidak akan
dirugikan oleh Rabbi, sesuai firman-Nya dalam surat Al-Jasiyah ayat 28-29:
“Dan (pada hari itu) kamu Lihat tiap-tiap umat berlutut, tiap-tiap ummat
dipanggil untuk (melihat) buku catalan amalnya. Pada hari itu kamu diberi balasan
terhadap apa yang telah kamu kerjakan. (Allah berfirman): "Inilah kitab
(catatan) Kami yang menuturkan terhadapmu dengan benar. Sesungguhnya Kami telah
menyuruh mencatat apa yang telah kamu kerjakan".
Takalon ummat jiduek meuteot
Bandum teumakot sebab but salah
Bandum geumehoi geuyu cok kitab
But dilee meuhat jino geu balah
Nyoe kitab gata jikheun yang beuna
Pue takeurija bandum jiepeugah
Peu yang tapubuet ka kamoe salein
Semoga dengan ayat ini kita semua dapat selalu memanfaatkan kesempatan
untuk memperbanyak amal shalih, bertaubat kepada Allah dan berzikir kepada-Nya.
Kata Abu bakar Shiddiq: kegelapan dan kehidupan ada lima macam dan lampu
penerang nya pun ada lima macam:
1. Cinta dunia adalah kegelapan, sementara lampu penerang adalah taqwa
2. Dausa itu adalah gelap, lampunya adalah taubat
3. Kubur adalah gelap, lampunya adalah bacaan kalimah
4. Akhirat adalah gelap, lampunya adalah amal shalih
5. Jembatan shirathal mustaqim gelap, lampunya adalah keyakinan
Makanya Rasulullah mengingatkan kita dalam salah satu pidatonya:
"Segerakan olehmu dengan taubat sebelum mati dan segerakan olehmu
dengan shalat sebelum luput waktunya".
Kata Jabir bin Abdullah radhiallahu 'anhu, Rasulullah membaca khutbahnya
pada hari Jum'at:
"Hal manusia, taubat olehmu pada rabbimu dahulu daripada mati".
"Dan pergunakanlah kesempatan hidup ini untuk beramal shaleh sebelum
kalian bimbang oleh dunia".
"Dan hubungkan olehmu akan amal anatara kamu dengan Tuhanmu dengan
memperbanyak zikir kepada-Nya.
"Dan perbanyak shadaqah dengan rahasia atau dengan terang-terangan,
maka Allah akan memberi rezeki dan menolong, serta memberi kemenangan kepada
kamu sekalian".
Sungguh betapa mulianya orang-orang yang mau memperbanyak amal shalih di
sisi Tuhannya, sesuai firman Allah dalam surat Al-Jasiyah ayat 30:
“Adapun
orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih, maka Tuhan mereka
memasukkan mereka ke dalam rahmat-Nya (surga). Itulah keberuntungan yang nyata.”
Sebagai
kesimpulan akhir, paling tidak, di awal tahun ini kita harus menyadari ada lima
tugas dan tanggung jawab, harus dapat kita laksanakan, insya Allah.
Pertama, melakukan
islamisasi dalam diri kita. Maksudnya kita harus membentuk diri kita menjadi
pribadi yang islami, sehingga segala sikap dan prilaku kita mencerminkan
nilai-nilai islami yang agung, serta tarbiyah islamiyah, pendidikan yang islami
harus berlangsung dengan sebaik-baiknya.
Tugas dan tanggung jawab yang kedua pada tahun ini, membangun rumah tangga
yang islami, apalagi rumah tangga sering disebut sebagai unit terkecil dari
masyarakat. Manakala masyarakat islami ingin diwujudkan, mutlak harus dibangun
terlebih dahulu rumah tangga yang islami dan di sini kita berharap akan lahir
generasi yang shalih. Dan pernikahan sangat dianjurkan di dalam Islam, bahkan
harus dipermudah, disisi lain perceraian harus dipersulit, namun sekarang ini
amat kita sayangkan justru sebaliknya, pernikahan jadi begitu sulit, sedangkan
perceraian begitu mudah, akibatnya perzinaan semakin merajalela.
Tugas kita yang ketiga adalah memaksimalkan fungsi masjid sebagai pusat
pembinaan ummat. Diakui atau tidak, kenyataan masjid kita umumnya dalam keadaan
kritis, baik dan kepengurusan, program, dana, fasilitas penunjang maupun khatib,
bahkan hingga partisipasi jama'ah yang amat kurang dalam memakmurkan masjid.
Tugas kita yang keempat, melibatkan diri dalam dakwah, karena dakwah tugas
bagi setiap orang yang mengaku muslim, bukan hanya tugas orang-orang tertentu
saja. Kita ini harus digolong oleh Allah dalam kelompok khairul ummah.
Allah berfirman dalam surat Ali Imran ayat 110:
“Kamu adalah ummat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh
kepada yang ma'ruf, dan mencegah yang munkar, dan beriman kepada Allah.”
Bandum geutanyoe sineujroh ummat
Nyang neupeutubit keuno lee Allah
Tayue buet yang got-got tatham buet jeuheet
Teuma lom meuhat iman keu Allah
Tugas dan
tanggung jawab yang kelima (terakhir) adalah persoalan kaum muslimin di
berbagai negara di belahan bumi ini, tampaknya butuh perhatian kita. Dan kita
sekarang ini mudah termakan oleh berita, press Barat yang benci melihat
kemajuan ummat dan kita harus membentuk opini yang memberikan dukungan kepada
perjuangan kaum muslimin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar